Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

Temukan jawaban soal tugas sekolah/PR lewat Brainly brainly apps

DOWNLOAD VIA 9APPS

Contoh Kasus Pelanggaran HAM di Indonesia

Meskipun Indonesia telah berkomitmen menjadi salah satu negara yang menjunjung tinggi dan menghargai pelaksanaan HAM, namun pada prakteknya penegakkan HAM bukanlah hal yang mudah dilakukan. Beberapa kasus pelanggaran HAM pernah terjadi di Indonesia, pelanggaran ini dapat melibatkan perorangan maupun kelompok. Kasus pelanggaran HAM yang bersifat berat umumnya meliputi kejahatan genosida atau pembunuhan massal dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Kejahatan terhadap kemanusiaan dapat berupa:

  1. Pembunuhan
  2. Perbudakan
  3. Pemindahan penduduk secara paksa
  4. Melakukan penyiksaan
  5. Perkosaan dan penganiayaan terhadap kelompok tertentu
  6. Diskriminasi terhadap kelompok tertentu atas dasar ras, agama, dan suku bangsa.

Contoh kasus pelanggaran HAM berat yang terjadi di Indonesia adalah sebagai berikut:

1. Kasus Tanjung Priuk

Kasus tanjung Priok terjadi tahun 1984, tepatnya tanggal 12 September. Kerusuhan ini melibatkan para aparat dengan warga masyarakat yang berawal dari masalah SARA dandiduga kuat ada pula unsur politis di dalamnya. Korban diperkirakan mencapai 79 orang dan pelanggaran HAM yang dilakukan yaitu pembunuhan, penyiksaan, penangkapan, dan penghilangan orang.

2. Kasus Terbunuhnya Marsinah

Marsinah adalah  pekerja dan aktivis buruh yang memperjuangkan hak-hak pekerja di PT Catur Putera Surya, Porong Jawa Timur. Dia meninggal secara mengenaskan dan mayatnya ditemukan tanggal 9 Mei 1993 di Nganjuk, Jawa Timur. Marsinah dibunuh karena diduga terlibat demonstrasi buruh di PT CPS tanggal 3 dan 4 Mei 1993. Pelanggaran HAM berat yang dilakuakn dalam kasus ini adalah penculikan, penganiayaan dan pembunuhan. Pada kasus ini, seluruh terdakwa dinyatakan bebas murni.

3. Tragedi Trisakti (Semanggi)

Temukan jawaban soal tugas sekolah/PR lewat Brainly brainly apps

DOWNLOAD VIA 9APPS

 

Tahun 1998 adalah awal sejarah besar di Indonesia, dengan berdirinya orde reformasi dan runtuhnya kekuasaan orde baru. Sayangnya, peristiwa ini harus diawali dengan sebuah peristiwa yang sangat tragis dan tidak akan dilupakan sepanjang sejarah. Pada tanggal 18 November 1998, terjadi peristiwa demonstrasi besar – besaran yang melibatkan mahasiswa dari Universitas Trisakti untuk memprotes kebijakan pemerintahan pada masa itu. Aksi damai ini berakhir tragis saat beberapa orang memprovokasi aparat hingga bentrokan tidak dielakkan. Dalam peristiwa ini empat orang mahasiswa Trisakti tewas terkena terjangan timah panas saat sedang menyelamatkan diri menghidari aksi pukul – memukul. Hingga saat ini para pelaku penembakkan yang dilakukan oleh oknum aparat belum dapat ditemukan dan kasus ini masih belum terselesaikan.

4. Kerusuhan Timor – Timor

Timor – Timor atau sekarang telah berubah menjadi Timor Leste sebelumnya merupakan bagian dari NKRI hingga pada akhirnya memisahkan diri pada tahun 1999. Perpisahan Negara Timor – Timor ini juga diwarnai aksi pelanggaran HAM dalam kategori berat. Timor – Timor resmi memisahkan diri setelah diadakannya jajak pendapat pada tahun 1999 setelah menolak kebijakan otonomi khusus. PErpisahan ini kemudia menimbulkan perpecahan karena beberapa golongan yang prointegrasi menolak memisahkan diri. Akibat kerusuhan ini, beberapa orang tewas dan hilang. Kota Dili juga dibakar secara membabi buta. Pelanggaran HAM yang terjadi diantaranya adala pembunuhan massal, penganiayaan. pemindahan penduduk secara paksa, dan penghilangan atau penculikkan.

5. Kasus Pembunuhan Theys Hiyo E Luay

Theys Hiyo E Luay adalah seorang politisi yang menjabat sebagai Ketua Umum Presidium Dewan Papua (PDP). Theys dibunuh secara misterius di mobilnya dan sopirnya melarikan diri. Kejadi ini terjadipada bulan November 2011 dimana pada saat itu Theys sedang menjalani proses persidangan kasus makar terhadap NKRI. Kematiannya diduga terkait kegiatan politiknya.

6. Pembunuhan Munir

Penegakkan HAM bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, nyawa kadang menjadi taruhannya seperti yang dialami oleh seorang aktivis HAM, Munir. Munir tewas diracun dalam perjalanannya dari Indonesia menuju Belanda untuk keperluan pendidikan. Munir yang merupakan aktivis HAM dan pendiri KONTRAS (Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan) diotopsi di Belanda dan diduga tewas akibat racun arsenik yang dicampurkn ke dalam minumannya dalam dosis yang cukup banyak. Saat ini kasusnya masih bergulir di pengadilan dan para aktivis HAM membawanya hingga ke PBB.

Temukan jawaban soal tugas sekolah/PR lewat Brainly brainly apps

DOWNLOAD VIA 9APPS