Pengertian, Tujuan, Contoh Catatan Kaki

Temukan jawaban soal tugas sekolah/PR lewat Brainly brainly apps

DOWNLOAD VIA 9APPS

Pernahkah kalian mendengar istilah catatan kaki?

Catatan kaki adalah catatan yang di tulis pada bagian akhir bab tulisan atau teks yang biasanya sering digunakan pada karya ilmiah. Catatan kaki ditulis untuk menjelaskan sumber sebuah kutipan, baik kutipan langsung atau tidak langsung. Selain menjelaskan asal kutipan, catatan kaki juga sering digunakan untuk menjelaskan teks atau istilah khusus yang perlu penjelasan lebih panjang.

Tujuan penulisan catatan kaki adalah untuk menghargai karya orang lain, karena dalam menulis sebuah karya ilmiah, refrensi yang digunakan harus jelas tercantum baik itu dalam daftar pustaka atapun dalam catatan kaki.

Tujuan lain dari penulisan catatan kaki yaitu untuk memberikan keterangan dan penjelasan tentang sumber dari kutipan penyusunan daftar bacaan pada karya ilmiah supaya dapat dimengerti oleh pembaca.

Hampir sama dengan penulisan daftar pustaka, penulisan catatan kaki juga memerlukan teknik yang benar. Berikut merupakan teknik penulisan catatan kaki ,

Penulisan catatan kaki dipisahkan oleh garis yang panjangnya 14 karakter dari margin sebelah kiri berjarak 4 spasi dari tulisan atau teks. Pengetikannya menggunakan satu spasi. Harus diberi nomor supaya catatan kaki tidak tertukar. Nomor diketik dengan jarak 6 karakter dari margin sebelah kiri. Catatan kaki yang lebih dari satu baris, maka pada baris kedua dan selanjutnya dimulai tepat pada margin kiri.

Jarak antar catatan kaki sama dengan jarak spasi teks.
Catatan kaki tidak boleh melebihi 3 cm dari margin bawah.
Apabila nama pengarang ada dua atau tiga orang, maka ditulis semua. Tetapi jika lebih dari 3 orang cukup ditambahkan DKK.
Nama pengarang ditulis sesuai aslinya atau tidak di balik seperti pada daftar pustaka.
Penulisan judul buku atau sumber lainya harus menggunakan cetak miring.

Temukan jawaban soal tugas sekolah/PR lewat Brainly brainly apps

DOWNLOAD VIA 9APPS

Untuk lebih jelasnya, di bawah ini merupakan beberapa contoh penulisan catatan kaki,
1 Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1984) hal, 100
2. Ibid,.150
3 Gorys Keraf, op.cit.,100
4 Loc. Cit.

*Pada contoh catatan kaki pertama , menunjukan bahwa buku bersangkutan baru pertama kali dikutip, dan kutipan itu diambil di halaman 100.

*Contoh kedua menggunakan kata ibid. Kata tersebut digunakan untuk menghindari pengulangan catatan kaki, misalnya keterangan nomor 2 sama dengan keterangan nomor 3, maka cukup dituliskan ibid.

*Pada contoh ketiga digunakan op.cit. artinya opus citatum, yaitu halaman seratus dari sebuah buku atau karya yang telah dikutip sebelumnya (dalam hal ini buku Gorys Keraf).

*Kemudian pada contoh terakhir digunakan Loc. Cit. yang berarti loco citatum, artinya kutipan tersebut dikutip dari tempat yang sama.

Selain contoh di atas berikut merupakan contoh-contoh lain catatan kaki berdasarkan sumber yang di ambil.

*Contoh catatan kaki bersumber dari buku
Rachmat Djoko Pradopo, Pengkajian Puisi (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1995) hal, 181.
Rachmat Djoko Pradopo, Pengkajian Puisi (Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 1995) hal, 191.
Ibid., 153
*Contoh catatan kaki bersumber dari Majalah
Fajar Samudra, “SMA II, Sekolah yang Kuyup Budaya Jawa,” Majalah Pelajar MOP, Juni, 2005, hlm. 22.
*Contoh catatan kaki bersumber dari artikel
Melani Budianta, “Bercermin pada Kaki Langit: Kreativitas dan Pendidikan Sastra Pelajar Indonesia”, Kaki Langit Sastra Pelajar, ed. Jamal D. Rahman, (Jakarta: Majalah Sastra Horizon dan Kaki langit, 2002), hlm. 282.

Demikianlah contoh dari Catatan Kakisilahkan pelajari dan pahami.

TETAP SEMANGAT BELAJAR DAN BERPRESTASI…!!!

Temukan jawaban soal tugas sekolah/PR lewat Brainly brainly apps

DOWNLOAD VIA 9APPS